Ansor Trenggalek Tepis Gus Yaqut Terganggu dengan Suara Dzikir

 

Gus Yaqut kanan, gus Zaki kiri

Trenggalek, Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Trenggalek respon pernyataan gus Yaqut Qolil Qoumas saat ingin memuji rektor UIN Jakarta Amany Burhanuddin Umar Lubis yang suka berdzikir, namun gus Yaqut memberikan pernyataan lupa nama bu rektor tersebut lantaran suara dzikirnya, beberapa waktu lalu

Namun hal tersebut malah menjadikan polemik di media sosial hingga menimbulkan kecaman publik, padalah jika ditinjau dari gaya komunikasi gus yaqut yang biasa dengan guyonan, seharusnya tidak akan menjadi masalah terlebih lagi saya menyakini bahwa gus Yaqut juga merupakan ahli dzikir, tanggap gus Zaki ketua PC Ansor Trenggalek

Disisilain menurut Gus Zaki tidak masalah karena dalam kitab bughyatul mustarsidin sohifah 8 dikatakan dikir dengan keras itu dilarang kalau sampai mengganggu bahkan semisal orang yang sedang tidur.

Hal senada juga ditemukan dalam kitab bujairomi khotib jiz 4 hal 361 yang mengatakan haram kalau sampai taraf mengganggu baik kepada orang yang sholat orang yang membaca Qur'an ataupun orang yang sedang tidur dan itu berlaku di masjid bahkan diluar masjid, jadi apa yang kemarin dikatakan menteri agama itu tidak masalah, apalagi itu kemarin dikatakan dalam rangka bercanda.

Keluasan berfikir kita dan kedalaman materi harus di nomor satu kan dalam menghadapi berbagai masalah, bukan malah menggorengnya, dan ini kalau dalam NU ada istilah tawazun atau berimbang dalam menerima berita demikian ungkan Gus Zaki yang juga pengasuh Pon Pes Al Falah Trenggalek ini.

- ﺣﺎﺷﻴﺔ اﻟﺒﺠﻴﺮﻣﻲ ﻋﻠﻰ اﻟﺨﻄﻴﺐ - (ﺟ 4 / ﺻ 361)

ﻗﻮﻟﻪ : ( ﺇﻥ ﻟﻢ ﻳﺸﻮﺵ ﻋﻠﻰ ﻧﺎﺋﻢ ﺃﻭ ﻣﺼﻞ ) ﻭﺇﻻ ﺃﺳﺮ ﻧﺪﺑﺎ ﺇﻥ ﺷﺮﻋﺎ ﻓﻲ اﻟﻨﻮﻡ ﺃﻭ اﻟﺼﻼﺓ ﻗﺒﻞ ﺗﺤﺮﻣﻪ ﻓﻴﻤﺎ ﻳﻈﻬﺮ ، ﻭﻳﺤﺘﻤﻞ اﻷﺧﺬ ﺑﺈﻃﻼﻗﻬﻢ ﻗﺎﻟﻪ اﻟﺸﻴﺦ اﺑﻦ ﺣﺠﺮ ﻭاﻟﻮﺟﻪ ﻫﻮ اﻷﺧﺬ ﺑﺈﻃﻼﻗﻬﻢ .ا ﻫـ .ﺷﻮﺑﺮﻱ .ﺃﻱ ﻓﻴﻨﺪﺏ ﻭﻟﻮ ﻋﺮﺽ ﺫﻟﻚ ﺑﻌﺪ ﺗﺤﺮﻣﻪ .ﻗﺎﻝ اﻟﺮﺣﻤﺎﻧﻲ : ﻓﺈﻥ ﺷﻮﺵ ﺣﺮﻡ ﻋﻨﺪ اﺑﻦ اﻟﻌﻤﺎﺩ ﻭﻛﺮﻩ ﻋﻨﺪ ﺣﺞ ، ﻭﻗﻴﺪﻩ اﺑﻦ ﻗﺎﺳﻢ ﺑﻐﻴﺮ ﻣﻦ ﻳﺴﻦ ﺇﻳﻘﺎﻇﻪ ﻟﻠﺼﻼﺓ ﻭﺇﻻ ﻓﻼ ﻳﻜﺮﻩ ، ﻭاﻟﻤﻌﺘﻤﺪ ﺃﻧﻪ ﺇﻥ ﺷﻮﺵ ﻛﺮﻩ ﻓﻘﻂ ﻭﻻ ﻳﺤﺮﻡ اﻟﺠﻬﺮ ﻷﻥ اﻹﻳﺬاء ﻏﻴﺮ ﻣﺤﻘﻖ ﻛﻤﺎ ﻗﺎﻟﻪ اﻟﺸﻴﺦ ﻋﺒﺪ اﻟﺒﺮ ﻗﻮﻟﻪ : ( ﺃﻭ ﻧﺤﻮﻩ ) ﻛﻤﺪﺭﺱ ﺃﻭ ﻣﺘﻔﻜﺮ ﻓﻲ ﺁﻻء اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ، ﻭﻣﺜﻠﻪ اﻟﺨﻮﻑ ﻣﻦ اﻟﺮﻳﺎء ﻭﺇﻻ ﺳﻦ ﻟﻪ اﻹﺳﺮاﺭ ﻛﻤﺎ ﻓﻲ اﻟﻤﺠﻤﻮﻉ .ﻭﻳﻘﺎﺱ ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﺫﻛﺮ ﻣﻦ ﻳﺠﻬﺮ ﺑﺬﻛﺮ ﺃﻭ ﻗﺮﺁﻥ ﺑﺤﻀﺮﺓ ﻣﻦ ﻳﺸﺘﻐﻞ ﺑﻤﻄﺎﻟﻌﺔ ﺃﻭ ﺗﺪﺭﻳﺲ ﺃﻭ ﺗﺼﻨﻴﻒ ﻛﻤﺎ ﺃﻓﺘﻰ ﺑﻪ اﻟﻮاﻟﺪ ا ﻫـ .ﻭﻻ ﺧﻔﺎء ﺃﻥ اﻟﺤﻜﻢ ﻋﻠﻰ ﻛﻞ ﻣﻦ اﻟﺠﻬﺮ ﻭاﻹﺳﺮاﺭ ﺑﻜﻮﻧﻪ ﺳﻨﺔ ﻣﻦ ﺣﻴﺚ ﺫاﺗﻪ ﻓﻼ ﻳﻨﺎﻓﻲ ﺃﻥ ﻳﺠﻬﺮ ﺑﻪ ﺃﻭ ﻳﺴﺮ ﻳﻜﻮﻥ ﻭاﺟﺒﺎ ا ﻫـ .

- ﺑﻐﻴﺔ اﻟﻤﺴﺘﺮﺷﺪﻳﻦ - (ﺻ 98)

(ﻣﺴﺄﻟﺔ : ﻛ) : اﻟﺬﻛﺮ ﻛﺎﻟﻘﺮاءﺓ ﻣﻄﻠﻮﺏ ﺑﺼﺮﻳﺢ اﻵﻳﺎﺕ ﻭاﻟﺮﻭاﻳﺎﺕ ﻭاﻟﺠﻬﺮ ﺑﻪ ﺣﻴﺚ ﻟﻢ ﻳﺨﻒ ﺭﻳﺎء ﻭﻟﻢ ﻳﺸﻮﺵ ﻋﻠﻰ ﻧﺤﻮ ﻣﺼﻞ ﺃﻓﻀﻞ ، ﻷﻥ اﻟﻌﻤﻞ ﻓﻴﻪ ﺃﻛﺜﺮ ، ﻭﺗﺘﻌﺪﻯ ﻓﻀﻴﻠﺘﻪ ﻟﻠﺴﺎﻣﻊ ، ﻭﻷﻧﻪ ﻳﻮﻗﻆ ﻗﻠﺐ اﻟﻘﺎﺭﻯء ، ﻭﻳﺠﻤﻊ ﻫﻤﻪ ﻟﻠﻔﻜﺮ ، ﻭﻳﺼﺮﻑ ﺳﻤﻌﻪ ﺇﻟﻴﻪ ، ﻭﻳﻄﺮﺩ اﻟﻨﻮﻡ ، ﻭﻳﺰﻳﺪ ﻓﻲ اﻟﻨﺸﺎﻁ ، ﻭﻟﻮ ﺟﻠﺲ ﺃﻧﺎﺱ ﻳﻘﺮﺃﻭﻥ اﻟﻘﺮﺁﻥ ﺛﻢ ﺁﺧﺮ ﻭﻧﺎﻡ ﺑﻘﺮﺑﻬﻢ ﻭﺗﺄﺫﻯ ﺑﺎﻟﺠﻬﺮ ﺃﻣﺮﻭا ﺑﺨﻔﺾ اﻟﺼﻮﺕ ﻻ ﺑﺘﺮﻙ اﻟﻘﺮاءﺓ ﺟﻤﻌﺎ ﺑﻴﻦ ﻓﻀﻴﻠﺔ اﻟﻘﺮاءﺓ ﻭﺗﺮﻙ اﻷﺫﻯ ، ﻓﺈﻥ ﻟﻢ ﻳﺨﻔﻀﻮﻩ ﻛﺮﻩ ، ﻭﺇﻥ ﺃﺫﻥ اﻟﻤﺘﺄﺫﻱ ﻹﻃﻼﻗﻬﻢ ﻛﺮاﻫﺔ اﻷﺫﻯ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺗﻘﻴﻴﺪ ﺑﺸﻲء ، ﻭﻷﻥ اﻹﺫﻥ ﻏﺎﻟﺒﺎ ﻳﻜﻮﻥ ﻋﻦ ﺣﻴﺎء ، ﻧﻌﻢ ﺇﻥ ﺿﻴﻖ اﻟﻨﺎﺋﻢ ﻋﻠﻰ اﻟﻤﺼﻠﻴﻦ ﺃﻭ ﺷﻮﺵ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺣﺮﻡ ﻋﻠﻴﻪ اﻟﻨﻮﻡ ﺣﻴﻨﺌﺬ ﻛﻤﺎ ﻫﻮ اﻟﻤﻨﻘﻮﻝ ، ﻭﻛﺎﻟﻨﺎﺋﻢ اﻟﻤﺸﺘﻐﻞ ﺑﻤﻄﺎﻟﻌﺔ ﺃﻭ ﺗﺪﺭﻳﺲ ، ﻭﻣﺎ ﻭﺭﺩ ﻓﻲ اﻟﻜﺘﺎﺏ ﻭاﻟﺴﻨﺔ ﻣﻦ اﻷﺩﻋﻴﺔ ﻭاﻷﺫﻛﺎﺭ ﻣﻄﻠﻘﺎ ﻳﺤﻤﻞ ﻋﻠﻰ ﺇﻃﻼﻗﻪ ، ﻧﻌﻢ ﻣﺎ ﻗﻴﺪﻩ اﻷﺋﻤﺔ ﺗﻘﻴﺪ ، ﺇﺫ ﻣﻦ اﻟﻤﻌﻠﻮﻡ ﺃﻥ اﻟﺼﻼﺓ ﻋﻠﻰ اﻟﻨﺒﻲ ﻻ ﺗﻄﻠﺐ ﻓﻲ ﻧﺤﻮ ﻗﻴﺎﻡ اﻟﺼﻼﺓ ﻭﺭﻛﻮﻋﻬﺎ ﻭﻗﺲ ﻋﻠﻴﻪ.

Related

Warta 4833489370556236371

Posting Komentar

emo-but-icon

POPULER

Arsip

KALAM HIKMAH

KEBENARAN YANG HARUS KITA IKUTI
Allah ta’ala berfirman,

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا

“Barangsiapa yang menaati Allah dan rasul, maka mereka itulah orang-orang yang akan bersama dengan kaum yang diberikan kenikmatan oleh Allah, yaitu para nabi, shiddiqin, syuhada’ dan shalihin. Dan mereka itu adalah sebaik-baik teman.”
(QS. an-Nisaa’: 69).


Total Tayangan Halaman

item