Selamat Datang di Blog Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Trenggalek

Minggu, 26 Januari 2020

Gus Amak Sampaikan Aswaja dan Garis Politik Aswaja di Dirosah Kader Ula Trenggalek





Trenggalek, ketua Pengurus Wilayah (PW) Majelis Dzikir dan Sholawat  (MDS) Rijalul Ansor (RA) Jawa Timur Nailul Rahman, hadir dalam acara Dirosah Kader Ula yang di selenggarakan oleh PC MDS RA Trenggalek di pondok pesantren Darissulaimaniyyah desa Kamulan kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek (25/1). Hadir di hari kedua gus Amak sapaan akrabnya akan mengisi materi Aswaja dan Garis Politik Aswaja. 

Gus muda lulusan Syuriah ini menyampaikan banyak hal, diantaranya mengenai aswaja annahdliyah dari sudut pandang dalam negeri dan luar negeri serta model garis politik Aswaja, bahwasanya aswaja annahdliyah dalam sudut pandang dalam negeri, merupakan aqidah yang membawa perdamaian seperti yang di ajarkan oleh Rasulullah. Untuk itu pegang teguhlah, pintanya. Lebih jelas bahwa aswaja yang benar adalah yang memilik tiga ciri, pertama aswaja yang dianut oleh mayoritas ulama, kedua banyak ulama ahli fiqih dan ahli ilmu menjadikannya pedoman beribadah, dan yang ketiga memelihari kebersamaan dan kolektivitas. Implementasi dari ciri aswaja ini telah terlihat dari ulama-ulama Nahdlatul ulama, sepertihalnya menegur dengan indah, tidak mudah mengafirkan dan menuduh sesat, serta tidak mudah menolak tradisi. 

Wali songo mengajarkan kepada kita semua ketika mengislamkan tanah jawa hingga tersebar ke seluruh nusantara yaitu melalui tradisi, mengamati dan membenarkan yang salah dengan tradisi tersebut bukan malah menghilangkan, dari situ masyarakat dapat masuk islam dengan suka rela bukan memaksa apalagi mengacam.

Kemudian dari perspektif luar negeri gus Amak menyampaikan bahwa aswaja annahdliyah sekarang banyak negara lain ingin menerapkanya, hingga terwujudnya suatu pemahaman hubbul wathon, di mana agama dan negara dapat berjalan beriringan. Untuk menciptakan suatu perdamaian bukan hal yang mudah dan murah, perdamian yang memberikan rasa aman dan nyaman dalam menjalankan segala aktivitas baik beribadah maupun berkerja. 

Sebagai penutup gus Amak mengulas mengenai sejarah berdirinya Rijalul Ansor, Rijalul Ansor di dirikan sebagai implementasi Visi Revitalisasi Nilai dan Tradisi dan Misi Internalisasi nilai Aswaja dan Sifatur rasul dalam Gerakan Pemuda Ansor. Di Jombang bertepatan di pondok pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras tahun 2012, di ketuai oleh H Nusron Wahid.  

Tanggung Jawab Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor adalah pertama Menjaga, memelihara dan menjamin kelangsungan hidup dan kejayaan aqidah ahlussunah wal jama’ah ala Nahdlatul Ulama.Kedua, Menjaga gerakan Islam Indonesia tetap sebagai agama Islam yang rahmatan lil alamindan menolak cara-cara kekerasan atas nama Islam.

Share:
Mengabdi Tanpa Batas, Berjuang Tanpa Lelah - Jiwa Ansor Menjaga Marwah Nahdlatul Ulama


Pengabdian adalah jalan panjang tanpa pamrih, di mana langkah kaki bukan semata-mata demi pujian, melainkan demi tegaknya nilai kebaikan dan terjaganya warisan perjuangan.


Di Gerakan Pemuda Ansor, setiap Keringat adalah Saksi, setiap Lelah adalah Amal, dan setiap Ikhtiar adalah Bukti Cinta kepada Agama, Bangsa, dan Tanah Air.


Jangan hitung apa yang telah diberikan, tapi hitunglah berapa banyak yang masih bisa diperjuangkan. Karena di medan dakwah dan pengabdian, hanya mereka yang berhati ikhlas dan berjiwa baja yang mampu bertahan.

Teruslah menyalakan Obor Semangat, sebab Ansor bukan hanya Nama, tapi Jiwa yang menanamkan Nilai 'Hubbul Wathan Minal Iman' dalam setiap Denyut Kehidupan

Terjemahkan

PROGRAM BUMA

Ansor Trenggalek Online – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kabupaten Trenggalek terus berkomitmen menguatkan kemandirian ...

Selamat Datang Sahabat

Arsip Blog

Sahabat Kita