Selamat Datang di Blog Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Trenggalek

Jumat, 22 Juli 2022

GP Ansor Ranting Ngrayung Ziarah Makam Mbah Kyai Makhali

Kamis, 21 Juli 2022, pukul 20.30 WIB Gerakan pemuda (GP) Ansor Pimpinan Ranting (PR) Ngrayung melakukan rutinan "Nyarkub" (Nyadran Kubur) malam itu menziarah makam Mbah Kyai Makali.

Kegiatan ini diikuti oleh 7 orang anggota Ansor Ranting Ngrayung, 1 orang anggota Ansor Ranting Wonorejo dan 3 orang anggota Ansor Ranting Melis sebagai tuan rumah Melis yang juga memfasilitasi perjalanan menuju makam.

Lokasi makam Mbah Kyai Makali terletak di Gunung Cilik Gebang Melis, Kecamatan Gandusari. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memupuk kerohanian dan juga mengenang semangat para pejuang NU dahulu. Hal lainnya yang didapatkan pula dalam kegiatan ini ialah memperkuat tali persahabatan dengan para sahabat Ansor Ranting Melis.

Mbah KH Makhali (1922-1985) merupakan nama pemberian orang tua beliau ialah Istamar. Beliau pula merupakan pejuang kemerdekaan Indonesia, namun usai kemerdekaan beliau kembali ke kediaman beliau di Pondok Pesantren Subulussalam Melis. Saat itu pula beliau mengganti nama beliau menjadi KH Imam Makhali. KH Imam Makhali adalah seorang tokoh yang memiliki pengaruh besar di kabupaten Trenggalek pada zamannya.

Mbah kyai Makhali pula termasuk tokoh pejuang NU di kabupaten Trenggalek. Adapun perjuangan beliau ialah senang bepergian ke berbagai pelosok desa kabupaten Trenggalek dalam rangka mengaktifkan Ranting NU di tiap desa kabupaten Trenggalek.

Kegiatan selama di makam yang diikuti puluhan kader Ansor Gandusari itu ialah melakukan tawasul dan doa. Tawasul dipimpin oleh sahabat Khamim Tohari dan doa dipimpin oleh sahabat Supriyani.

"Semoga kegiatan tetap terlaksana secara istiqomah," harap sahabat Khairul Ahmad.

Nanang Syaggaf Armanda
Share:

Senin, 18 Juli 2022

KH Fahrur Rozi: PBNU Siap Dampingi Kasus Tambang di Trenggalek

KH. Ahmad Fahrur Rozi saat ramah tamah dengan wabub dan ketua PC GP Ansor Trenggalek 

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Fahrur Rozi mengungkapkan bahwa PBNU siap menurunkan tim bantuan hukum untuk mendampingi kasus tambang di Trenggalek. Hal itu ia sampaikan seusai mengisi acara Harlah Akbar GP Ansor dan Fatayat NU di Gedung NU Trenggalek, Ahad (17/7/2022).

Kita punya tim yang nanti akan diturunkan kalau memang itu butuh asistensi dari pusat,” ungkapnya di sela-sela ramah tamah bersama Wakil Bupati Syah Natanegara dan Ketua GP Ansor Trenggalek Gus Zaki.

Gus Fahrur melanjutkan, PBNU mempunyai Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH NU) yang siap mendampingi kasus-kasus yang berdampak pada nahdliyin, termasuk sengketa lahan dan tambang.

“Di daerah-daerah sengketa itu LPBH NU turun. Kemarin di Wadas. Ada juga di Kalimantan tentang sawit, di Maluku. Intinya NU hadir untuk mendampingi warganya jika memang ada pelanggaran atau hal-hal yang merugikan masyarakat,” imbuhnya.

Untuk kasus tambang yang ada di Trenggalek, tim asistensi dari PBNU akan melakukan kajian apakah itu bersifat kebijakan, atau dampak lingkungan, atau lainnya.

“Kita juga punya divisi-divisi untuk itu. Nanti kita kaji, sejauh mana yang harus dilakukan, gitu,” tambahnya.

Lebih lanjut, Gus Fahrur berharap agar semua kebijakan di daerah memperhatikan harmoni. Apabila ada proyek, harus dipikirkan dulu dampak amdalnya sehingga tidak merugikan masyarakat.

Di satu sisi, pemerintah memang mengharapkan adanya pertumbuhan ekonomi melalui pembangunan, industri, dan proyek. Tetapi hal tersebut tidak boleh merugikan masyarakat sehingga hak-hak mereka terabaikan.

“Jangan sampai tuan rumah malah menderita. Harus ada solusi yang baik, supaya alam tetap terjaga kelestariannya, penduduk tidak dirugikan,” imbuh pengasuh PP Annur 1 Bululawang, Kabupaten Malang tersebut.

Gus Fahrur juga menyerukan kepada warga nahdliyin untuk tetap rukun, bersatu, dan bergerak dalam satu koordinasi. Terutama bagi warga yang terkena dampak tambang tersebut.

“Jangan sampai kita ini mudah terprovokasi sehingga mudah terpecah belah, karena pasti ada pihak-pihak berkepentingan untuk menggunakan satu sama yang lain,” pungkas Wakil Ketua PWNU Jatim tersebut.

(Zidni)

Share:

Minggu, 17 Juli 2022

PERINGATAN HARLAH GP ANSOR DAN FATAYAT NU | GUS ZAKI TAK JEMU SUARAKAN TERKAIT PENOLAKAN TAMBANG

Gus Zaki Ketua PC GP Ansor Trenggalek Saat Memberikan Sambutan

"Mengencingi mata air saja dilarang, apalagi jika sampai merusaknya"

Ahad, 17 Juli 2022, Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) dan PC Fatayat NU Trenggalek bersinergi selenggarakan resepsi peringatan hari lahir (harlah) bersama. GP Ansor ke-82 dan Fatayat NU ke-72.

Badan otonom Nahdlatul Ulama (NU) GP Ansor untuk pemuda dan Fatayat NU untuk pemudi lahir di tanggal dan bulan yang sama, yaitu 24 April. GP Ansor pada tahun 1934, sementara Fatayat berdiri pada tahun 1950.

Acara yang diselenggarakan di lantai 3 Gedung PCNU Trenggalek itu dihadiri oleh, sekretaris PCNU Trenggalek, kodim dan kader banom-banom NU Trenggalek.

Ketua PC GP Ansor Trenggalek, Gus Zaki, dalam sambutannya mengatakan, peringatan Harlah bukan hanya sebatas acara seremonial saja. Harlah menjadi momentum untuk mawas diri untuk membangun organisasi lebih baik kedepan.

“Ikhtiar untuk memperbaiki diri secara kelembagaan dan penguatan SDM kader, juga berupaya memberikan pelayanan yang lebih baik pada masyarakat, harus terus dilaksanakan oleh GP Ansor dan Fatayat secara berkelanjutan,” paparnya.

Selain itu, ia juga mewanti agar seluruh kader Banom NU responsif terhadap setiap problem masyarakat.

“ Kampak, Karangan, Tugu, Dongko, Suruh, Watulimo masuk dalam wilayah konsesi tambang.”

Lanjutnya, ia memaparkan tentang rasulullah yang melarang seseorang kencing dimata air. Sebab dapat mencemari sumber mata air dan berdampak pada lingkungan. Tambang yang jelas-jelas berpotensi merusak alam. Sedangkan dalam Islam, kerusakan atau pengrusakan merupakan suatu hal yang dilarang. Tuturnya, jika tambang itu sampai beroprasi maka berakibat pada sumber mata air yang diwilayah itu rusak atau bahkan dapat kehilangannya.

"Maka kita sebagai kader GP Ansor dan fatayat NU perlu melakukan edukasi kepada masyarat terkait", pungkasnya.

Usai sambutan dari PCNU yang diwakili oleh  sekretaris PCNU Trenggalek, Kiyai Nasron, acara dilanjutkan dengan potong tumpeng dan rangkaian acara harlah tersebut diisi pengajian hingga purna oleh KH. Fahrur Rozi, ketua PBNU.

Ave

Share:

Jumat, 01 Juli 2022

Gus Zaki Sampaikan Keprihatinan Soal Kerusakan Lingkungan di Pembukaan PKD Diklatsar Gandusari

Gus Zaki Saat Memberikan Sambutan di Pembukaan PKD dan Diklatsar Gandusari 

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Gandusari adakan Pendidikan Kader Dasar (PKD) Ansor dan Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser di pondok pesantren Darul Huda desa Melis, Gandusari (1/7/ 2022)

Peserta PKD diikuti sejumlah 14 peserta dan 55 peserta Diklatsar yang di dominasi dari peserta lokal kecamatan Gandusari, acara dibuka dengan cara apel di halaman pondok pesantren yang langsung dipimpin oleh ketua pimpinan cabang (PC) GP Ansor Trenggalek, Agus Muhammad Izzuddin Zakki. 

Gus Zaki panggilan akrab ketua Ansor Trenggalek menyampaikan kepada peserta PKD dan Diklatsar bahwa sahabat saat ini termasuk sedang beribadah karena berjuang menjadi bagian Ansor dan Banser yang memiliki tugas menjaga kyai, ulama, pondok pesantren dan negara kesatuan republik Indonesia 

"Ini memiliki nilai ibadah, ketika sahabat mengikuti pendidikan dan pelatihan seperti sekarang ini" 

Terangnya pengasuh pondok pesantren Al Falah Kedunglurah itu, "karena tujuan dari pendidikan dan pelatihan ini adalah untuk menjaga kyai, ulama, pondok pesantren dan NKRI" 

Lanjut nya ia menyinggung soal sikap kader Ansor dan Banser Trenggalek yang harus responsif terhadap dinamika masalah yang tumbuh di tengah masyarakat soal kelestarian hutan dan alam, jangan sampai alam dan hutan kita rusak hanya karena kepentingan kepuasan sementara. 

Seperti adanya tambang yang tentu akan merusak lingkungan, mata air, hutan, ekosistem hayati dan hewani dan yang paling tragis jika sampai ada pergeseran moral masyarakat setempat karena perubahan sosio-kultural yang ada 

Dengan penuh rasa khawatir Gus Zaki menyampaikan kekhwatirannya terhadap adanya potensi kerusakan alam yang ada di kabupaten Trenggalek 

"saya khawatir dan tidak rela jika adanya tambang ini akan merusak lingkungan dan Sosio-kultural masyarakat setempat" ungkapnya

Tambahnya, Perjuangan Ansor dan Banser akan tetap teguh dalam menjaga kelestarian alam dan hutan, sampai isu datang menimpa ketua PC GP Ansor Trenggalek, yang dituduh menerima suap agar bisa menerima adanya tambang di Trenggalek 

Dengan tegas ia menjawab haram menerima apapun hanya untuk melegalkan sebuah kerusakan alam, hutan dan bahkan berpotensi merusak struktur humanis sosial masyarakat, tutupnya 

(Zidni)

Share:

Jumat, 17 Juni 2022

Tekankan Keberanian Pemuda Lintas Agama Jaga NKRI : Pesan Gus Yaqut di Pembukaan Jambore Kemah Bakti Lintas Agama di Pasuruan

Gus Yaqut  Saat Buka  Jambore Kemah Bakti Lintas Agama di Pasuruan

Ketua Umum PP GP Ansor H. Yaqut Cholil Qoumas sampaikan pesan khusus kepada umat beragama dan seluruh Kader GP Ansor yang memadati areal Lapangan Ledug, Tosari Kabupaten Pasuruan. 

Agenda berlangsung di kecamatan Tosari, sebuah daerah yang dikenal sebagai Kecamatan Bhineka Tunggal Ika karena kearifan lokal budaya toleransi yang sudah berjalan sekian abad, Sabtu (17/06/2022). 

Gus Yaqut, sapaan akrab menteri muda kabinet Jokowi itu secara tegas dalam forum  apel akbar pemuda lintas agama yang dihadiri oleh Ansor Banser dan pemuda lintas agama meminta komitmen dan gerakan bersama seluruh element anak bangsa untuk bersama menjaga NKRI. 

"Tugas untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia bukan hanya ditangan Ansor Banser melainkan kita semua yang berdiri disini senantiasa bergerak bersama menangkal ideologi yang merongrong keutuhan NKRI, jangan biarkan banser berjalan sendirian" Terang Gus Yaqut. 

"Indonesia ini milik kita bersama, bukan hanya milik Banser, jadi jika ada gerakan dan upaya menginjak harga diri bangsa merongrong NKRI seluruh pemuda harus berada didepan menjadi penghalaunya, baik itu pemuda Katolik, Hindu, Budha, Kristen, Konghucu semua harus berada didepan untuk melawan mereka" Imbuhnya. 

Apel akbar yang berlangsung dalam suasana rintik hujan itu tak menyurutkan khidmad peserta dalam moment siang hari untuk mengikuti seluruh rangkaian acara termasuk arahan dari Menteri Agama RI H. Yaqut Cholil Qoumas. 

Jambore kemah bhakti pemuda lintas agama yang diinisiasi oleh Kementrian Agama Kabupaten Pasuruan tersebut mendapat apresiasi luar biasa oleh Gus Yaqut. 

Gerakan yang disebut Gus Yaqut untuk memperkuat keindonesiaan ini kedepan akan menjadi resonansi nasional dan dilaksanakan secara menyeluruh di tanah air. 

"Saat ini kita menguatkan gandengan tangan kita di Pasuruan, kedepan kemah bhakti pemuda lintas agama ini akan kita laksanakan di tingkat provinsi dan di tingkat nasional" Pungkas Gus Yaqut. 

Dalam sambutan arahan sekaligus membuka agenda kemah bhakti di Pasuruan, Gus Yaqut didampingi oleh Komandan Satkornas Hasan Basri Sagala dan Kasatkorwil Banser Jawa Timur yang juga menjabat Bupati Pasuruan H. Irsyad Yusuf. Hadir Juga Ketua PW GP Ansor Jawa Timur Gus Syafiq Syauqi dan Sekretaris Wilayah M. Hasan Bisri.

Share:

Somasi untuk IKA Alumni GP Ansor yang Catut Logo dan Atribut Organisasi

Gus Syafiq ketua PW Ansor Jatim di dampingi Sekretaris dan Banser Saat Berikan Pernyataan Sikap

H Syafiq Syauqi Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jatim, memberikan somasi kepada sejumlah orang yang mendeklarasikan IKA GP Ansor Banser untuk membubarkan diri dan tidak melanjutkan berkegiatan, hal ini bentuk penolakan agenda deklarasi Ikatan Alumni GP Ansor. 

"Segala atribut yang menggunakan nama Ansor akan kita cegah dan larang untuk digunakan tanpa koordinasi dengan Pimpinan Wilayah,” ujar Syafiq ketika menghadiri Rakornas dan Kemah Bakti Satkornas Banser di Pasuruan kemarin (17/6). 

Gus Syafiq memberikan somasi kepada pihak yang bertanggungjawab terhadap upaya melahirkan Ika Alumni Ansor untuk segera merilis permintaan maaf baik di media sosial maupun di media massa. Pihaknya, juga siap memperkarakan secara hokum jika mereka terus mencatut logo dan atribut resmi Ansor. 

“Alumni Ansor itu ya menjadi menjadi Pengurus NU sama seperti alumni Fatayat yang otomatis Muslimat, sesederhana itu,” ujar dia.

Di hari yang sama, deklarasi IKA Ansor yang digelar di Graha Astranawa, Surabaya dibubarkan paksa oleh Banser Surabaya. Sempat terjadi adu mulut dan saling dorong antara peserta deklarasi IKA Ansor dan Banser Surabaya. Keributan terjadi karena peserta deklarasi menggunakan atribut Ansor-Banser dengan logo yang dimodifikasi.

Gus Syafiq menegaskan bahwa dalam PD/PRT GP Ansor tidak ada istilah pembentukan Ikatan Alumni. Karena itu, secara tegas PW GP Ansor Jatim menolak dan menginstruksikan agar pembentukan Ikatan Alumni yang mengatasnamakan GP Ansor dihentikan.

"Saya juga mengimbau agar seluruh pimpinan cabang di seluruh Kabupaten dan Kota di Jatim menahan diri dan tidak terpancing dengan potensi munculnya IKA di wilayah masing-masing,” ujar dia. 

Sekretaris PW GP Ansor Jatim, M Hasan Bisri menegaskan bahwa pihaknya akan tetap setia dan patuh pada aturan organisasi yang ada dan satu komando dengan Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor. Beliau juga mengimbau agar segala bentuk upaya yang dapat memicu kegaduhan disudahi. 

“Secara substansi, Gerakan Ika itu rentan untuk dimanfaatkan sebagai kepentingan politik, sudah lah saya kita masing-masing paham arah Gerakan itu sebenarnya untuk kepentingan sepihak beberapa orang saja,” ujar Hasan. (*)

Share:

Rabu, 15 Juni 2022

Ansor Jatim, Rencana Deklarasi IKA GP Ansor Bisa Jadi Gerakan Tidak Produktif dan Tidak Membangun Organisasi

ansortrenggalekonline- Adanya edaran broadcst undangan deklarasi Ikatan Alumni GP Ansor (IKA GP Ansor) yang dalam informasi tersebut akan dilangsungkan di surabaya, telah membuat banyak pihak bersuara. 

Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur melalui Ketuanya Gus Syafiq Syauqi meminta kepada semua pihak untuk tidak membuat gerakan diluar sistem organisasi GP Ansor. 

Dalam pernyataannya, Gus Syafiq menilai bahwa gerakan untuk membentuk IKA GP Ansor yang menjadi isu hangat hari ini adalah gerakan yang tidak produktif bagi organisasi, ia menilai saat ini yang dibutuhkan oleh GP Ansor bukan membentuk wadah alumni, tapi revitalisasi peran keumatan dan kebangsaan di tengah surplus anak muda dan tantangan era disrupsi. 

"Kita membaca dan menyimak dengan seksama bahwa rencana deklarasi IKA GP Ansor ini telah menjadi isu dan perbincangan keluarga besar Ansor, sangat disayangkan jika kemudian diskursus kita sebagai kader fokus pada hal yang tidak substansial seperti ini. Harusnya diskusi kita dan gagasan kita lebih progressif dan bermutu" Ujar Gus Syafiq. 

Terlebih Gus Syafiq juga mendengar informasi bahwa pembentukan IKA GP Ansor itu tujuannya adalah pragmatis dan jangka pendek. 

"Kita juga mencari informasi tentang ini, bahwa memang ada informasi dan analisis bahwa IKA GP Ansor ini tujuannya adalah politis menyambut kontestasi 2024. Semoga semuanya kembali pada frame besar bahwa GP Ansor adalah Organisasi Idealis yang membawa misi besar Islam dan Indonesia" Imbuhnya. 

Seperti diketahui bahwa rencana deklarasi yang bakal digelar di Parkir Barat Museum NU Kota Surabaya tersebut di luar sepengetahuan dan garis organisasi GP Ansor.

Gus Syafiq berharap kepada siapapun yang hendak melakukan deklarasi itu untuk memgurungkan niat dan kembali kepada tatanan organisasi yang selama ini sudah sangat baik. 

"Kepada para penggagas, kami harap ini untuk segera diakhiri, GP Ansor butuh ide gagasan lain untuk kebesaran organisasi, bukan gagasan yang belum lahir saja sudah bikin gaduh dan tidak produktif" Pungkasnya

Share:

Minggu, 12 Juni 2022

Ansor Trenggalek Siap Dukung Ansor Jatim Maksimalkan Potensi Organisasi

Gus Zaki saat di acara tapat koordinasi dan sosialisasi hasil Konbes XXV GP Ansor di Hotel Santika Gresik

Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Trenggalek turut hadir dalam kegiatan Rapat Koordinasi dan Sosialisasi hasil Konbes XXV GP Ansor, yang dilaksanakan oleh Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Timur di Hotel Santika Gresik, Ahad (11/6/2022)

Agus Muhammad Izzuddin Zakki ketua PC. GP Ansor Trenggalek siap mendukung penuh wacana, gagasan dan progam PW. GP Ansor Jawa Timur untuk lebih baik, hal tersebut di sampaikan oleh tim media ansortrenggalekonline sesuai acara berlangsung

"Kami dari Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Trenggalek tentu akan satu komando mendukung segala wacana, gagasan dan program PW. GP Ansor Jawa Timur, karena selama kepengurusan ini, sudah sangat luar biasa gebrakan dan progam-progamnya yang cukup membuat kami yang di tingkatan cabang sibuk bergerak lebih baik" ujarnya

Sebagai pembahasan pertama dalam kegiatan tersebut mengenalkan jajaran pengurus pergantian antar waktu, yang didasarkan pada keinginan untuk memaksimalkan potensi besar organisasi, dalam pemaksimalan tersebut PW. GP Ansor Jatim  mulai merapikan barisan. Salah satunya dengan melakukan reshuffle jajaran

“Ada sejumlah energi baru di struktur yang siap menggerakkan Ansor Jatim, ini adalah instruksi langsung dari Ketua PP GP Ansor dan kita siap menjalankannya.” ujar Ketua PW GP Ansor Jatim, Gus H Syafiq Syauqi dalam sambutannya di pembukaan Rakor dan Sosialisasi Konbes XXV GP. Ansor

Acara dihadiri oleh Pimpinan Cabang Ansor Se-Jawa Timur dan tokoh Ansor di Jatim. Antara lain, Bupati Lumajang Thoriqul Haq, Bupati Madiun H Ahmad Dawami, dan dai kondang, Gus Muwaffiq.

“Kita berharap perubahan ini akan menjadi akselerasi bagi sisa kepengurusan dan sekaligus memperkuat tim jelang tahun politik,” ujar Gus Syafiq.

Nilai strategis lainnya yang di sampaikan gus Syafiq adalah posisi kaum muda sebagai salah satu potensi yang cukup berpengaruh dalam percaturan kebijakan nasional. Karena DPT terbaru menyebutkan bahwa jumlah milenial mencapai 43 persen.

“Ansor dengan jumlah kader 7 juta di Indonesia, akan menjadi salah satu organisasi yang saat ini cukup seksi,,” ujar dia.

Jawa Timur, ujar Gus Syafiq, tingkat partisipasi aktif dari milenial cukup tinggi dan mencapai 63 persen. Dan jumlah milenial di Jatim mencapai 8 juta pemilih aktif. Karena itu, dia menginstruksikan agar semua kader satu komando dan tetap satu barisan.

Namun, diantara tantangan dan peluang yang dihadapi GP Ansor kedepan, Gus Syafiq tetap memberikan arahan utama dan fokus kerja organisasi GP Ansor tentang basic kerja organisasi kepemudaan dan keislaman.

“GP Ansor harus tetap menjadikan fokus utama penguatan islam ahlu sunnah wal jamaah tetap lestari dan terjaga ditengah masyarakat. Terlebih tantangan moral dan akhlak anak muda dewasa ini, GP Ansor harus menjadi kelompok penolong akidah dan moral anak muda” Urai Gus Syafiq.

Korwil Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Abdul Hakam Aqso, dalam sambutannya mengonfirmasi bahwa PP telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) Nomor 3460/PP/SK-01/IV/2022 tentang pengesahan susunan pengurus antar waktu Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Jawa Timur masa khidmat 2019-2023.

“SK ditandatangani oleh Gus Yaqut Cholil Qoumas selaku Ketum PP GP Ansor dan saya sebagai Korwil bertugas menyosialisasikan perubahan struktur ini,” ujar Hakam.

Sejumlah perubahan signifikan tampak pada susunan pengurus antar waktu PW GP Ansor Jawa Timur. Antara lain, karena posisi sekretaris dan bendahara diganti. Ghufron Siroj yang sebelumnya menempati posisi sekretaris digantikan oleh M Hasan Bisri.

Sedangkan Fandi Ahmad Yani (Bupati Gresik) yang sebelumnya menempati Bendahara PW GP Ansor Jatim digeser posisinya menjadi wakil ketua. Jabatan bendahara diisi oleh Mohammad  Fawait (Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Jawa Timur.

Abdul Hakam Aqso mewakili PP GP Ansor juga memberikan apresiasi yang tinggi atas kinerja organisasi yang sejauh ini dilakukan dengan maksimal dan penuh terobosan baru.

“PW GP Ansor Jawa Timur telah banyak melakukan lompatan kinerja organisasi, harus diakui dalam bidang Cyber misalnya PW GP Ansor Jawa Timur saat ini menjadi motor dan garda depan dalam gerakan Ansor dalam dunia maya” Terang Hakam.

ansorjatim.id

Zidni I.N

Share:

Kamis, 26 Mei 2022

Ansor Ranting Ngadirejo, Membangun Solidaritas Melalui Halal BiHalal

Halal BiHalal Ansor Ranting Ngadirejo di Pendopo Balai Desa 

Halal BiHalal Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor desa Ngadirejo, kecamatan Pogalan, dengan mengusung tema membangun solidaritas menuju berkhidmat tanpa batas, bertempat di pendopo balaidesa Ngadirejo, Rabu 25/5/2022

Hadir sebagai tamu undangan dalam acara Halal BiHalal Ansor Ranting Ngadirejo diantaranya pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Pogalan, Kepala Desa, ketua Tanfidziah dan Syuriah Nahdlatul Ulama (NU) desa Ngadirejo beserta kader Ansor, Banser dan Rijalul Ansor yang nampak memenuhi lokasi acara

Halal BiHalal ini memiliki tujuan agar terbentuknya jalinan hubungan baik antara Pengurus Ansor dengan pengurus Ranting NU dan Pemerintah Desa (pemdes) sehingga kedepan dapat bersinergi dan berkolaborasi dalam hal kegiatan keagamaan maupun sosial

Gus Syaifuddin ketua Ansor ranting dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada pemerintah desa yang mengizinkan pendopo balai desa ini sebagai tempat acara halal bihalal, sebagaimana tema dalam kegiatan ini diharapkan sebagai momentum untuk membangun solidaritas kader dan menumbuhkan semangat berorganisasi untuk berhidmah

Masih gus syaifuddin, selain ajang untuk konsolidasi dalam kegiatan ini, disampaikan beberapa hasil raker dan hasil evaluasi yang sudah terealisasi dalam setahun kepengurusan, serta menyampaikan rencana kerja untuk sisa kepengurusan setahun kedepan, diharapkan dengan penyampaian ini baik pengurus NU dan pemdes, bisa bersinergi atau bekerjasama dengan Ansor Ngadirejo dalam program dan kegiatan yang sudah dicanangkan kedepan.

Menanggapi hal tersebut, Musroni kepala desa Ngadirejo menyampaikan terimakasih kepada Ansor Ranting Ngadirejo berikut Banser dan Rijalul Ansornya yang telah melaksanakan kegiatan di kantor desa, kedepan diharapkan dilaksakan kegiatan serupa seperti halal bihalal ini yang lebih meriah dengan melibatkan banyak pihak

Pesannya sebagai kader Ansor itu harus bangga dengan Ansornya atau almamaternya sehingga syiarnya NU itu lebih terasa dan mengena di masyarakat, Pemdes siap berkolaborasi dan bersinergi dengan Ansor, baik kegiatan keagamaan maupun pemberdayaan dibidang ekonomi, dilain sisi Ansor juga harus  tertib administrasi mengingat administrasi adalah barometer kesuksesan sebuah organisasi pungkasnya

Ditambahkan oleh ketua NU Ranting Ngadirejo ia berharap Ansor terus istiqomah dalam berjuang di NU, dan bisa mengoptimalkan gedung NU Ngadirejo yang sudah ada, disana juga sudah disiapkan ruangan yang mungkin bisa digunakan kader-kader Ansor untuk usaha seperti buka toko, tambahnya ia mendukung kegiatan semacam ini, terangnya bagus karena dengan umaro dan ulama yang bergandengan erat insyaallah desanya sejahtera

Terakhir pesan singkat dari PAC GP Ansor Pogalan, semoga kegiatan ini menginspirasi ranting lain yang ada di kecamatan Pogalan, dan harapannya Ansor Ngadirejo tetap istiqomah dalam berkegiatan mangajak masyarakat khususnya pemuda agar tetap dalam lingkungan yang positif

(Zidni)


Share:
Mengabdi Tanpa Batas, Berjuang Tanpa Lelah - Jiwa Ansor Menjaga Marwah Nahdlatul Ulama


Pengabdian adalah jalan panjang tanpa pamrih, di mana langkah kaki bukan semata-mata demi pujian, melainkan demi tegaknya nilai kebaikan dan terjaganya warisan perjuangan.


Di Gerakan Pemuda Ansor, setiap Keringat adalah Saksi, setiap Lelah adalah Amal, dan setiap Ikhtiar adalah Bukti Cinta kepada Agama, Bangsa, dan Tanah Air.


Jangan hitung apa yang telah diberikan, tapi hitunglah berapa banyak yang masih bisa diperjuangkan. Karena di medan dakwah dan pengabdian, hanya mereka yang berhati ikhlas dan berjiwa baja yang mampu bertahan.

Teruslah menyalakan Obor Semangat, sebab Ansor bukan hanya Nama, tapi Jiwa yang menanamkan Nilai 'Hubbul Wathan Minal Iman' dalam setiap Denyut Kehidupan

Terjemahkan

PROGRAM BUMA

Ansor Trenggalek Online – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kabupaten Trenggalek terus berkomitmen menguatkan kemandirian ...

Selamat Datang Sahabat

Arsip Blog

Sahabat Kita